Membangun Startup hanya dengan ide hebat, cukupkah ?

Standard

Belakangan ini, di Indonesia khususnya muncul lagi booming perusahaan dotcom, setiap penggerak dunia digital mulai dari developer, agency, sampai businessman non-digital yang punya passion di dunia digital pun rame-rame berlomba bikin startup. Idenya macem-macem ada yang berguna dan kreatif, kreatif tapi gak ada gunanya, sampe yang njiplak bulet-bulet ide startup di luar negri bahkan sampe designnya pun dijiplak.

Gak dipungkiri sih penggerak dunia digital ini pasti terinspirasi dengan keberhasilan startup-startup baik dalam negri maupun luar negri yang cukup sukses sampai bisa dibeli oleh perusahaan-perusahaan besar. Siapa yang gak tergiur sama Instagram yang dibeli sampe $1 Billion oleh Facebook. Atau ya cerita sukses sepanjang masa, cerita si Facebook itu yang awalnya hanya berawal dari ide simple Mark Zuckerberg yang dalam waktu kurang dari 10 tahun sudah bisa menjadikannya orang kaya ke 26 diseluruh dunia.Tapi pertanyaan besarnya, apakah punya ide aja udah cukup ?

Pertanyaan ini sebenernya cocok untuk ditanyakan ke Winklevoss twin yang sangat kekeuh untuk menuntut Facebook karena menurut mereka ide Facebook adalah ide mereka, kalaupun saat itu kejadiannya Winklevoss menyuruh developer lain untuk mengerjakan project mereka, apakah project mereka itu akan bisa sesukses Facebook sekarang ini? Apalagi Winklevoss dan Divya Narendra tak memiliki background developing sama sekali. Gue rasa nggak. Jika bukan Zuckerberg yang mereka suruh untuk melakukan project itu sebelumnya, begitu project itu naik ke public, gue yakin Zuckerberg tetap akan membuat Facebook dengan gaya Zuckerberg seperti yang ia lakukan sekarang.

Gue jadi ingat perkataan sahabat gue yang bilang kalau dia gak takut idenya dicuri sama orang karena ujung-ujungnya setiap orang akan mengeksekusi ide tersebut dengan cara berbeda-beda. Awalnya gue gak setuju dengan pendapatnya karena menurut gue ide adalah sumber dari segalanya, ga mungkin suatu hal besar bisa jadi populer kalo gak ada ide hebat. Tapi semakin dipikirin, ada benarnya juga. Ide hanyalah sebuah ide. Mewujudkan ide itu baru setengah jalan. Menjalankan ide kita untuk bisa menjadi besar itulah perjuangan sebenernya. Maka dari itu lah gue suka dengan sebuah quote “Ide itu gak ada nilainya sampai kita bisa mewujudkan dan mengembangkannya”, Ide aja ga bisa membantu menyelesaikan masalah orang sampai ide itu diwujudkan. Dan kalo gak bisa membantu menyelesaikan masalah orang ya siapa yang mau beli?

Dan seperti yang gue bilang sebelumnya bisa mewujudkan ide pun itu baru setengah jalan. Startup yang banyak bermunculan sekarang sudah berhasil mewujudkan ide mereka menjadi sesuatu yang bisa dilihat dan digunakan. Tapi ya itu balik lagi, perjuanganmu baru setengah jalan nak. Dan banyak sekali startup yang tumbang dibagian ini, dibagian dimana ide mereka telah mereka wujudkan. Banyak dari kita selalu berpikir gue punya ide, cari orang untuk mewujudkan ide gue itu, terus wah udah deh tinggal nungu orang-orang pada dateng ke website gue, berharap itu berguna untuk mereka, udah deh enak tinggal tunggu profitnya. Tapi sayangnya jarang ada hal indah seperti itu. Gak gampang narik traffic yang tinggi ke website kita, kalaupun udah berhasil narik traffic yang banyak, apa yang kita bisa tawarkan kepada mereka untuk bisa berlama-lama dan nyaman, kalo udah bisa membuat mereka tertarik gimana caranya untuk bikin besok mereka mau balik lagi ke website kita. Kalo mereka udah cukup setia untuk terus-terusan menggunakan produk/jasa yang kita tawarkan, gimana kita mengantisipasi competitor dan para penjiplak situs kita, apa keunggulan kita yang ga dimiliki oleh mereka ? Ingat bagaimana dulu Friendster akhirnya terkalahkan oleh Facebook kan ?

Jadi untuk bisa menjadi Facebook atau Instagram, perjuangannya tidaklah segampang yang dilihat. Perlu pengalaman yang sangat banyak dibidang digital untuk bisa membuat suatu startup sukses, tak perlu sehebat Facebook ataupun Kaskus, bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan pun sebenarnya sudah bagus, kalau bisa lebih ya lebih bagus dong hehe…

Gue gak berpengalaman membangun sebuah startup, dulu sempat mewujudkan ide menjadi sesuatu yang bisa dilihat dan digunakan, tapi akhirnya berakhir NOL karena itu tadi, gak ada pengalaman apa yang harus gue lakukan ketika kita sudah punya produknya. Tapi pengalaman beberapa tahun ini semoga bisa dijadikan pelajaran walau gue sendiri masih merasa mendirikan startup itu seperti bermain kartu di kasino dimana kita gak tahu akan berakhir gimana. Perlu menggunakan strategi yg jitu, keberuntungan, pengalaman, pengambilan keputusan yang baik dan juga relasi yang baik untuk bisa membuat sebuah startup sukses. Semoga suatu hari nanti gue bisa membuktikan hipotesis-hipotesis gue ini hehehe…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s