Christianity: Together As One ?

Standard

1 Korintus 1:10-13

Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus.Atau aku dari golongan Apolos.Atau aku dari golongan Kefas  .Atau aku dari golongan Kristus. Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

Ceritanya kemaren gue nonton konser JPCC Worship yang super keren itu. Dari awal tahun emang gue udah pengen banget dan udah janji sama diri sendiri kalo misalnya JPCC Worship konser lagi, maka gue harus ikut. Jadi walau nggak ada yang mau ikut, gue pergi sendirian. And it’s all worthed.

Menariknya sebenernya para penonton konser itu rame banget dan datang berbagai macam denominasi gereja, bukan cuma jemaat JPCC doang. Kebetulan lagi temanya cocok ONE. Seakan bilang kalo we are all together from different church as one, come and praise you Lord walau sebenernya artinya nggak gitu. Emang sih berasa banget JPCC promosinya supaya orang-orang pada jadi sering ikutin kebaktian JPCC. Terlihat dari cara Ps. Sidney, Ps. Alvi, atau Ps. Jeffrey memanggil crowd kadang dengan JPCC, Church. Dan tema ONE sendiri sebenernya adalah tema ulang tahun 14th JPCC yang intinya menyatukan jemaat (JPCC – bukan seluruh jemaat Kristen). Tapi walau begitu JPCC Worship emang keren abis.

Anyway…kemaren itu gue jadi mikir lagi tentang pemikiran gue beberapa tahun belakang ini tentang gereja dan kekristenan. Tema ONE membuat gue jadi berpikir kenapa sih gereja kristen mau itu antara katolik dan protestan atau di dalam internal protestan sendiri nggak pernah ada sedikitpun keinginan untuk bersatu. Perbedaan antara sinode dan aliran itu pastinya adalah hasil pemikiran manusia. Bukan dari Tuhan. Entah apa ada gereja dan orang kristen lain yang sadar. Tapi tafsir yang berbeda dan pemikiran dari orang-orang yang berbeda lah yang sebenernya memecah-belahkan gereja.

Dari aliran Protestan sendiri, ada 2 aliran besar. Injili (Evengelical Christian) dan Kharismatik. Sayangnya menurut gue dua-duanya punya kelemahan walau dua-duanya juga punya kelebihan. Saat gue berada di gereja Kharismatik (seperti JPCC atau GBI) gue merasa worship atau penyembahan lewat lagu-lagunya itu blessing banget. Rasa penyembahan itu bikin hati seperti tetap dilingkupi kuasa Tuhan setelah lu pulang dari Gereja. Kelemahannya menurut gue personally sih ada di pengajaran yang kurang mendalam. Nggak membahas sejarah Alkitab, alhasil gue merasa otak gue nggak mendapat apa-apa. Adanya hanya nyinyir doang mendengar Firman Tuhan. Otak gue setiap mendengarkan si pendeta berkhotbah selalu bertanya kenapa emang? Terus gimana? apa alasannya?

Sebaliknya di Injili, tiap kali mendengar firman Tuhan itu rasanya seperti mendengar ahli di seminar-seminar yang bagus. Tiap khotbahnya selalu bisa banget gue terima dan jarang banget gue bertanya2 dan nyinyir sama pendetanya seperti gue denger khotbah di gereja Kharismatik. Tapi ya kelemahannya ya di penyembahannya. Hampir nggak merasakan adanya energi yang powerfull ketika lagi memuji dan menyembah Tuhan.

Dari dulu gue selalu berharap ada sekelompok orang yang tergerak. Tergerak untuk menyatukan gereja-gereja Tuhan yang setiap minggu menyerukan kesatuan di dalam umatnya. Selalu mengucapkan “karena apa yang telah dipersatukan oleh Tuhan tak dapat dipisahkan oleh Manusia” hampir tiap minggu, tapi nggak pernah berpikir bagaimana menyatukan visi dan misi untuk gereja Tuhan sendiri.

Karena gue yakin Tuhan sendiri nggak mau melihat anak-anakNya di dunia ini dipisah-pisahkan oleh manusia itu sendiri. Sementara belum ada yang menyatukan, gue hanya bisa berharap dan memilih salah satunya, tapi gue sebenernya nggak mau memilih. Karena pilihan akan menjadikan gereja saling tarik menarik jemaat seperti yang sekarang terjadi. Jemaat terikat untuk stuck di suatu Gereja, akhirnya ketika ada masalah pribadi entah pindah rumah, entah menikah dengan pasangan yang berbeda aliran, gereja merasa kecewa jemaatnya berpindah. Yang sedih dan kecewa sebenernya Tuhan. Sedih karena diantara jemaatnya sendiri aja masih rebut-rebutan. Padahal ada hal yang lebih penting untuk diurusi daripada sekedar rebutan jemaat. Salah satunya yaitu menyelamatkan jiwa, kalau aja gereja-gereja itu bersatu gue yakin kok akan ada semakin banyak jiwa yang bisa diselamatkan, lebih ada banyak jemaat yang bisa lepas dari dosa. Gak perlu lagi pusing-pusing berhadapan dengan jemaat yang pindah ke gereja sebelah karena gerejanya lebih bagus dan jemaatnya lebih banyak.

Gue masih menunggu ada Gereja yang memuji dan menyembah sehebat gereja Kharismatik tapi dengan ajaran yang mendalam seperti gereja Injili. Suatu hari mungkin Tuhan mengetuk petinggi2 gereja Injili dan Kharismatik atau bahkan Katolik untuk bisa bersatu dan bukan tercerai berai seperti sekarang.

Mungkin hanya gue aja yang berpikiran aneh berharap gereja-gereja itu bisa bersatu. Tapi ini semua hanya pemikiran gue aja. Harapan dari jemaat yang berusaha untuk mencari kebenaran.

#randomThings

Standard

Nggak tau mau nulis apaan, tapi pengen nulis karena udah lama nggak numpahin ide ke tulisan 😀

Tentang Kerjaan Kantor

Beberapa minggu ini memang kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya. Mulai agak kelimpungan karena website perusahaan A udah mau launch minggu ini, website perusahaan B mau launch minggu depan, website C agak terhambat productionnya karena butuh bantuan kanan kiri. Tapi overall gue senang sih, tegang-tegang tapi menyenangkan gtu deh.

Tentang Gereja

Udah 3 minggu ini nggak ke gereja. Minggu ini nggak ke gereja karena popo gue ulang tahun. Minggu lalu nggak ke gereja karena ada event LIMA di Bandung, dan 2 minggu lalu nggak ke gereja karena ga enak badan. Lain kali kalo nggak ke gereja harus pasang status di Facebook, Twitter, dan BM kayanya biar nggak di cariin.

Tentang Udjita

Udahlah. I ‘m suddenly losing my passion hahah

Tentang Making a Documentary Series & Online TV

Nah, ini mimpi gue dari sejak kapan tau. Dari dulu impian gue adalah bikin acara tv karena selain di digital, passion gue lainnya adalah tv. Dari mimpi yang super impossible sekarang dikecil-kecilin jadi planning in near future mau beli DSLR, lalu spending my weekend shooting a documentary series about our everyday life problem in Indonesia. Lalu disebarkan bisa dengan bikin website atau di Youtube for a worst case. Lalu bikin acara tv online lainnya yang diputer via website juga dengan biaya produksi ringan tapi bisa viral. Semoga mimpi ini bisa terwujud.

Yah begitulah kira-kira update dari gue. Siapa pula yang peduli ya haha…Bodo..

 

 

 

 

#morningContemplation Tentang Agama Paling Benar

Standard

Ngga ada agama yang paling bener…ungkapan agama paling benar hanyalah ungkapan egoistis seseorang krn agama yg dianutnya sendiri. Yang ada hanyalah agama paling benar menurut diri anda sendiri. Jadi mengajak atau memaksakan orang untuk beragama sama dengan kita = kesiasiaan. Karena iman asalnya dr hati dan pengalaman, bukan dr hasil ajakan atau paksaan. Bukan juga karena ikut-ikutan dengan pasangan anda. Kalo anda nyaman dan merasa bertumbuh dengan agama anda berarti agama itu baik untuk anda. Tidak semua penganut agama A baik dan sebaliknya. Tidak semua penganut agama B itu buruk. Jangan beragama hanya karena anda ingin masuk Sorga, hanya karena ingin mencari keselamatan tetapi karena anda tahu ada yang menciptakan anda dan anda bersyukur kepadaNya #morningContemplation