Cerita Matahari Terbit Yang Mulai Tenggelam

Standard

10-15 tahun lalu, Jepang selalu menguasai dunia. Produk elektronik nomor 1 asalnya dari Jepang, mobil Jepang selalu berada dimana-mana, para anak muda trendy tergila-gila dengan budaya jepang, jpop, jrock. Film Jepang, dorama jepang, sampai serial anak-anak populer asalnya dari Jepang sebut saja Doraemon, Kamen Raider, Super Sentai, dll. Muncul pula restoran-restoran jepang termasuk fastfood fusion jepang dan chinese food Hoka-hoka Bento yang untungnya sampai sekarang masih berjaya.

Tapi waktu berlalu, jaman berubah. Kalau kata orang roda berputar dulu diatas sekarang dibawah. Negara tetangga Jepang seperti China dan Korea mulai bangkit sedangkan Jepang sendiri seperti berjalan di tempat. Kualitas produk Korea Selatan yang bisa menandingi produk Jepang menggantikan posisi brand Jepang untuk kalangan menengah keatas, sedangkan harga murah produk China berhasil menarik hati kalangan menegah kebawah. Jadi tingkat kompetisi brand Jepang pun semakin tinggi. Dengan harga barang Korea yang relatif lebih murah namun kualitasnya relatif sama, tentu saja orang lebih memilih produk Korea. Awal tahun ini diberitakan Sony menjual markas besarnya di New York sebesar $770jt   dan menyewa kembali gedung itu karena kerugian yang mereka alami.

Dari segi hiburan pun, belakangan ini Jepang mulai kalah pamor dengan hiburan Korea. Hallyu wave atau gelombang Korea yang boleh dibilang mengakar di anak-anak muda Indonesia menyisakan anak-anak generasi 90an-2000an awal yang masih tertarik dengan budaya Jepang.

Tak aneh akhirnya belakangan Jepang seperti mendekati Indonesia dari segi budaya. Berusaha kembali untuk meraih hati orang Indonesia melalui dunia hiburan. Di mulai dari pembentukan cabang pertama idol group terbesar AKB48 yaitu JKT48 di tahun 2011, lalu belakangan ini produser dari Kamen Rider bekerja sama dengan produser lokal memproduksi Kamen Rider versi Indonesia, Bima Satria Garuda. Entah kenapa di Indonesia dan bukan di Singapore atau Malaysia. Tapi kalau melihat statistik yang ditayangkan di TV Jepang tentang interest anak muda di Indonesia, anak muda di Indonesia secara angka katanya masih lebih tinggi ketertarikan dengan budaya Jepangnya dibandingkan dengan anak muda di Singapore, Malaysia atau negara asia lainnya.

Bahkan mulai hari ini Jepang membebaskan visa untuk kunjungan dari WN Malaysia dan WN Thailand untuk meningkatkan pariwisata mereka. Sayangnya Indonesia hanya kebagian extension day dari 15 hari menjadi 30 hari dan nggak free visa.

Tapi jujur gue masih lebih tertarik dengan Jepang dibandingkan dengan Korea. Mungkin karena gue anak taon 90-an hahah. Gue lebih memilih untuk pergi travel ke Jepang dibandingkan ke Korea Selatan. Gue lebih memilih untuk makan makanan Jepang dibandingin makan makanan Korea. Tapi seperti judul blogpost gue ini. Apakah si Matahari Terbit masih bisa menerbitkan kembali mataharinya lebih tinggi dari negara-negara tetangganya yang lain? Ataukah semakin meredup sampai tenggelam?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s