68 tahun

Standard

Merde…wait a minute…Satu hal yang gue bingung setiap kali memperingati 17an adalah slogan “Merdeka!!” yang sepertinya selalu muncul. Jadi pertanyaan yang ngeganggu buat gue adalah kenapa sih masih aja harus meneriakkan kata Merdeka tiap tahun. Udah 68 tahun dan masih tetep aja belum move on kayanya dengan euforia kemerdekaan, ataukah emang nggak tau mau pake slogan apa lagi karena pemerintah nggak punya tema berbeda setiap tahunnya? Atau karena sebagian warga Indonesia masih ada yang merasakan belum merdeka jadi tiap tahun harus diteriakkan. Ah itu sama anehnya. Kalo belum merasakan merdeka tiap tahun kenapa tiap tahun juga teriak-teriak Merdeka.

Dan kembali lagi ke banyak orang yang merasakan kalau Indonesia belum merdeka. Oh sudahlah stop the drama. Indonesia udah merdeka 68 tahun dan masalah merdeka atau nggak, udah terlalu muak untuk diangkat tiap tahun. Masalah kepentingan asing, budaya, perusahaan asing di Indonesia. bukan cuma Indonesia aja kok yang budayanya tergerus sama budaya Korea atau Amerika, bukan cuma Indonesia kok yang natural resources-nya digarap perusahaan asing. Tapi kenapa sepertinya kita meratapi nasib kita berlebihan sampe merasa belum merdeka. Menjadi merdeka dan menjadi mandiri itu menurut gue adalah sesuatu hal yang berbeda. Indonesia hanya belum mandiri. Kalau nggak mau ada banyak influence asing di Indonesia, ya usaha sendiri lah, nggak usah juga bilang orang dan budaya asing di Indonesia itu penjajah.

Esensi Hari Kemerdekaan malahan menurut gue adalah sebagai pengingat buat kita untuk bisa maju dan bersemangat lebih baik lagi seperti dulu para pahlawan dan founding father kita berjuang meraih kemerdekaan. Kalau dulu aja kita bisa melawan penjajah, kenapa jaman sekarang kita nggak bisa bikin film, musik yang lebih bagus drpd film dan musik luar negri? Kalau dulu dengan bambu runcing bisa menang perang gerilya melawan Belanda, kenapa sekarang punya warung kecil takut ngelawan minimarket? Kenapa dulu dengan senjata terbatas berani lawan jepang, kenapa sekarang mau buka usaha nggak punya modal lalu teriak-teriak ke pemerintah minta bantuan modal karena nggak berani buka usaha? Kenapa dulu ada banyak pahlawan Indonesia bisa jadi pemimipin yang ditakuti penjajah sedangkan sekarang ini banyak karyawan yang kerja di perusahaan asing merasa bahwa dirinya kerja sama kompeni dan penjajah jepang (you know what i’m saying :)))) )

Gue rasa spirit kemerdekaan nggak sepenuhnya ada di jiwa orang Indonesia * bahasanya cui :))) *. Yang ada cuma ngeluh-ngeluh mulu. Ngeluh orang Indonesia belum merdeka dari penjajahan budaya dan perusahaan asing tapi nggak ada usaha untuk diri sendiri memperbaiki diri. Kalau jaman dulu pahlawan Indonesia ngeluh juga kaya kebanyakan orang Indonesia sekarang, mungkin Indonesia sampe sekarang masih dijajah sama Belanda atau Jepang.

Ya udah deh sekian. Semangattt Indonesia !