Singapore 2013!! Penginapan + Makan

Standard

Okei hari ini gue akan posting sebagian dari foto-foto perjalanan gue ke Singapore beberapa minggu lalu plus sedikit cerita 😀

Ini perjalanan gue yang ke 4 ke Singapore. Kalau dilihat-lihat stempel passport dr tahun 2010, hampir tiap tahun kayanya gue ke Singapore 😀 tapi ini baru kedua kalinya gue pergi sendiri. Seperti yang gue pernah gue tulis disini selalu ada keasyikan sendiri kalau travelling sendirian. Nggak ada yang namanya kepusingan dan keribetan berlebih. It’s only you, your head and your feet. Kalau lagi cape istirahat, kalau lagi mau tidur yah tidur di hostel, kalau lagi mau pergi ke tempat x langsung jalan. Dan yang terpenting you do it on your own. Ada rasa adrenalin yang muncul ketika mencari jalan atau lagi tersesat 😀

Oke udah ya basa-basinya, kita mulai aja

Penginapan

Kali ini gue menginap di Woke Home Hostel, temanya adalah kapsul hostel. Kapsul hostel sebenernya dimulai di Jepang, dimana di satu kamar terdapat ruangan-ruangan kecil seperti kapsul berisi 1 single bed dan berbagai fasilitas minimalis lainnya. Nah tertarik untuk nyobain kapsul hotel, gue akhirnya booking di Hostel ini.

Dalemnya sih minimalis banget cuma ada 1 single bed (ini bukannya springbed hanya bed biasa tapi sebenernya cukup nyaman kok), ada 1 kaca, lampu, kipas angin kecil, ada TV nya pula (walau nggak bisa berfungsi karena no channel), dan colokan listrik. Dibandingkan dengan hostel biasa dimana 1 kamar ditempatin oleh belasan orang. Gue sekarang memilih untuk tinggal di Capsule ini, karena selain ada sedikit privacy, lu juga bisa melakukan hal-hal pribadi tanpa dilihat orang-orang.

IMG_20130825_232234

Harga per malamnya sekitar 200rb-an permalam. Worth the price karena lokasinya di Clark Quay, depannya ada halte bus jadi nggak perlu jalan cape-cape dan perlu jalan beberapa menit untuk ke MRT Station Clark Quay. Dan menyenangkannya lagi sebenernya sangat deket dengan riverside jalan kaki aja nyampe ke daerah city.

Makann

Awalnya gue mau wisata kuliner di travel kali ini. Tapi nggak jadi karena terlalu capek untuk doing a trail in Katong atau Joo Chiat. Tapi tetep gue bahas deh ya yang sempet gue foto aja soalnya beberapa kali lupa untuk di foto 😀

3 tahun lalu, gue sempet makan di Tiong Bahru Hainanese Boneless Chicken Rice yang katanya salah satu terenak di Singapore. Dan kali ini gue cobain lagi.

IMG_20130824_214047

Dengan harga yang hanya S$3.5 (± IDR 30.000), rasanya so-so aja menurut gue. Kalah dengan Ah-Tai Hainanese Chicken Rice yang ini nih:

IMG_20130826_191353

Harganya kalo gak salah sih lebih mahal S$1, tapi lihat dong ayamnya piring sendiri, dapet sepiring sayur plus kuah kaldu. Ah Tai ini letaknya di Maxwell Food Center di sekitaran China Town. Kalau dari Woke itu cuma naik bus 2 kali. Menyenangkan sekali tempatnya penuh dengan hawker chinese food dan rame banget. Ngomong-2 tentang Ah-Tai ini, ownernya dulu adalah karyawan dari Tian-Tian Hainanese Chicken Rice yang kalau mau pesen makan aja ngantri. Dan emang bener sih, gue kesana jam 6 aja udah tutup. Tapi jangan salah, si Ah-Tai ini pun ngantri juga pesennya.

Di Maxwell juga, gue iseng pesen Rojak. Ya rujak sih. Tapi disini rujaknya agak aneh, make Cakwe 😦

IMG_20130826_192606

Harganya kalo gak salah S$2. Isinya ya itu cakwe, bangkuang, sedikit mangga, nanas, dan timun. Agak eneg sih makan cakwe pake bumbu rujak. Yang awalnya mau bikin seger malah jadi eneg.

Hari ketiga, gue mau nyari Laksa. Too bad chinese food market di China Town lagi di renovasi karena setau gue taon lalu gue makan laksa yang cukup enak di sana. Nah pas di 313 Sommerset. Gue mau nyari2 Laksa akhirnya nemu di Toastbox. Ada paket plus minuman harganya kalo gak salah lagi S$6.5 (±IDR 57.000). Looks good huh?

IMG_20130827_120555

Setelah sekali slurpp ternyata rasa minumannya itu agak familiar. Hm..tapi apa yah…lalu sepertinya lazim…yakk it’s Barley aka Jali-jali. Jadi jali-jalinya di jus lalu ditambahin es. Kental-kental gitu jadi kaya air tajin. Eneg sih tapi masih bisa diminum :D. Laksanya lumayan enak, kuahnya cukup kental. Tapi karena emang gue suka Singapore Laksa, selama nggak parah banget rasanya jadi menurut gue enaklah.

Di hari terakhir sebelum pulang gue iseng jalan-jalan di Plaza Singapore @ Dhobby Gaut. Gue suka mall ini karena it’s a humble place. Mirip-mirip Citraland lah kalo di Jakarta. Rame tapi nggak terlalu mewah. Bagus pula, kurang lebih gini penampilan dalemnya

IMG_20130827_172732

Nah disini karena lumayan laper walau sore-sore gue ke food courtnya. Disini setelah muter-muter gue cobain mie pontian. Katanya sih dari Malaysia gitu. Lagian tampang menunya menarik. Nih liat menarik kan.

IMG_20130827_171156

look at that pork slice, is it amazing? Gue udah bayangin bakminya manis kaya yamin. Lalu dagingnya yang potongannya gede plus pangsit goreng yang crunchy dan gede. Tapi apa daya. Harga nggak pernah bohong. Kalo kata nyokap gue dalam bahasa khe bian yi mo ho fo (barang murah nggak ada gunanya). Setelah mienya jadi, gue shock.

IMG_20130827_171308

Tuh batang choy sim kayanya lebih gede dan banyak daripada porknya 😦

Gue pikir, okelah ya yang penting rasanya enak. Pas dicoba ternyata mienya juga tawar :(. Tapi daripada laper tapi dimakan juga akhirnya 😀

Di Plaza Singapore juga gue nemuin stall Gong Cha. Mengingat kata Rina, gue akhirnya coba pesen Passion Fruit Tea. Dan rasanya lumayan nggak mengecewakan lho. Harganya kurang lebih sama dengan harga bubble tea di Jakarta lah, sedikit lebih mahal tapi isinya mantap. Gue pernah cobain Passion Fruit Tea Cha Time. Si Gong Cha punya ini lebih enak jauh.

Ya segitulah makanan-makanan yang sempet gue foto selama gue di Singapore. Ada juga beberapa kali makan fastfood seperti KFC (@ Singapore Zoo), McD & Subway (@ Changi), BK (@ Clark Quay), dan Fish & Co (@Vivo City) 😀 Yakk Fish & Co disini agak lebih mahal yah padahal bisa makan di Jakarta (abis ±$25). Tapi ya udah bosen sama chinese food jadi its oke lah. Sama satu lagi makan siang di Lau Pa Sat berupa Fried Oyster dan Hakaw yang lupa gue foto. But i think i’m not going to Lau Pa Sat again for the lunch next time. 😀

Sekian penginapan dan makan-makannya, sampai jumpa di posting selanjutnya tentang Museum kayanya yah 😀 Ditungguu…