Lost Wonders

Standard

UPDATE: 23/06/2016

Oke setelah dipikirkan sekian lama, akhirnya gue memutuskan untuk menjadikan kumpulan cerita pendek gue ini jadi Web Fiction. Di Korea, Web Fiction ini cukup popular, Naver dan Kakao mempopularkan platform Web Fiction mereka yang menggantikan fungsi buku novel fiksi. Untuk Web Fiction Lost Wonders ini akan ada 15 Cerita yang sampai sekarang masih dikurasi dan disempurnakan 😀

Pengennya bisa cepat-cepat mewujudkan Web Fiction ini tapi sepertinya nggak bisa secepat kilat 😀 Perlu banyak persiapan mulai dari bikin web-nya, penyempurnaan cerita, dan penambahan efek2 visual dan audio dalam setiap cerita supaya nggak biasa aja 😀

Semoga di akhir tahun ini Web Fiction Lost Wonders ini bisa terwujud yah saudara-saudara setanah air. Wish me luck! 😀

Yes, Lost Wonders adalah working title untuk buku kumpulan cerita pendek yang lagi gue bikin sejak 2-3 tahun lalu tapi masih on progress sampe sekarang hahaha.

Jadi rencananya ada sekitar 25 cerita di buku ini. Temanya sangat beragam mulai dari cinta-cintaan, keluarga, thriller psycho, kehidupan, sci-fi, dan beberapa genre lainnya.

Buat yang belum tahu, gue memang suka sekali bikin cerita. Jangan aneh kalo gue yang basicnya dari programmer akhirnya nulis fiksi, agak bertolak belakang sih hahah. Tapi gue memang suka nulis. Buat gue nulis adalah sesuatu yang menyenangkan. Menyenangkan karena lu bisa menuangkan apa yang ada di pikiran lu dalam bentuk tulisan yang bisa dibagikan ke orang lain.

Basic nulis fiksi berawal dari gue yang suka nonton serial barat. Gue adalah duplikator banget. Kalo suka sama sesuatu, gue akan berusaha bikin hal itu namun dengan versi gue sendiri. Dulu waktu jaman kuliah, setiap hari selalu muncul ide baru serial tv buatan boris hahaha. Tapi yah ide itu nggak pernah jadi apa-apa selain ide yang gue tulis di buku aja. Lama-lama gue mikir, kalo berharap itu bisa jadi serial tv sih impossible ya, jadi gue berusaha untuk belajar nulis biar ide-ide itu bisa jadi cerita pendek. Maka jangan aneh kalau baca cerita gue, serasa nonton film karena memang basicnya itu.

Dan proses awalnya nggak gampang. Gue masih inget dulu gue susah banget nulis. Gue pikir it’s impossible untuk nulis. Bahkan ngeblog aja bahasanya masih aneh banget. Nggak bebas. Tapi semakin kesini nulis itu jadi sesuatu hal yang menyenangkan. Kalo nulis blog sih tinggal nulis aja apa yang ada di pikiran, tapi kalo nulis cerita kebiasaan gue sekarang harus nongkrong di Coffeee Shop. Entah kenapa tapi di kamar agak susah untuk membuat otak ini jadi kreatif. Di Coffee Shop yang tenang gue merasa bisa menyerap energi dari pengunjung sekitar lalu membiarkan tangan ini ngetik sejam-dua jam akhirnya jadi 7-8 halaman. Nggak berasa beneran deh heheh.

Balik lagi ke Lost Wonders. Hal yang gue pengen dapetin dari pembaca buku ini adalah setelah baca seluruh cerita, dia bisa merasa berbunga-bunga, sedih, bahagia, takut, dan ketawa melalui cerita-cerita yang genrenya berbeda-beda itu. Dan hal yang penting adalah gue mau pembacanya jadi mikir. Mikir tentang tema yang gue angkat sehingga itu bisa membuat dirinya jadi lebih berkembang lagi.

Kenapa Lost Wonders? Gue merasa ada banyak kesamaan antara satu cerita dengan cerita lain di buku ini. Mereka semua somehow kehilangan sesuatu. Kehilangan keajaiban dalam hidup mereka yang membuatnya menjadi hampa. Dan gue rasa ini related juga ke semua orang di dunia nyata. At certain point in someone’s live, they must be losing one thing. Losing the wonders that makes them uncomplete. Dan pada akhirnya, antara kita bisa menemukan that losing wonders atau juga nggak sama sekali. Beberapa karakter di buku ini menemukannya di ujung usianya, ada yang kehilangan dan yakin nggak menemukannya saat itu juga.

Keren gak filosofinya? Hahaha.

Menjadi masalah karena progress buku ini sangat pelan. Kerja di agency yang waktu lowongnya kecil ditambah harus melakukan hal lain juga, membuat progress buku ini masih sekitar 60%. Tapi gue berkomitmen untuk nulis sekitar 2-3 jam dalam seminggu on the weekend, jadi milestonenya harusnya nggak lambat yah.

Nah disini gue mau share 4 sinopsis cerita gue, sedikitt aja biar kalian ada gambaran gimana Lost Wonders ini nantinya.

Jodoh (Genre: Drama)

Seorang kakek tua suatu hari datang ke sebuah rumah. Dimana ia disambut oleh seorang wanita. Wanita yang tak mengenal siapa kakek ini akhirnya mengetahui kalau ia adalah teman dari sang ibu. Teman “spesial” dari masa lalu sang ibu. Dari pertemuan kakek ini dan ibunya, wanita ini belajar arti dari cinta dan jodoh sebenarnya.

Cerita Si Kecoak (Genre: Kehidupan)

Seorang ayah kecoak sedang berbicara dengan anaknya. Sang anak protes ke si ayah, kenapa manusia tak adil dengan kecoak, kenapa manusia membunuh teman-temannya sedangkan hewan lain seperti anjing atau kucing selalu di dewa-dewakan layaknya anaknya sendiri. Sang ayah yang bijak memberikan pengertian kepadanya mengapa mereka terlahir sebagai makhluk dengan umur pendek.

Triggers (Genre: Cinta-cinta ABG)

Jen menderita epilepsi sejak ia lahir. Ketika ia tumbuh menjadi remaja layaknya remaja seumurannya, ia naksir dengan seorang pria. Karena takut, Jen merahasiakan penyakitnya ini ke sang pacar, namun ini menjadi bencana di kencan pertama mereka. Apakah si pacar tetap mau berpacaran dengannya?

The Man Who Can’t Be Smile (Genre: Thriller)

Charlie menderita secara psikis di masa kecilnya, membuatnya tumbuh menjadi seorang yang benci dengan orang yang bahagia. Menurutnya tak ada orang yang berhak bahagia, maka itu ia tak segan-segan menjadi orang yang menyerang siapa saja yang terlihat bahagia. Kali ini ia tertangkap oleh polisi, apa yang akan dilakukan Charlie di kantor polisi untuk bebas?

Yah kurang lebih begitulah. I will let you all know kalau buku ini udah jadi yah karena prosesnya sendiri masih panjang at least masih setahun dr sekarang untuk selesai hehehe. So excited nunggu buku ini kelar hehehe!