Tips Membuat Travel Itinerary

Standard

Finally gue menyelesaikan itinerary gue. Gak berasa tinggal 2 bulan lagi dan belum ngurus Visa haha. Rencananya gue akan ngurus visa di awal Januari. Semoga bisa lolos berbekal Itinerary yang super lengkap ini.

Anyway selama bikin Itinerary ini, gue jadi pengen berbagi beberapa tips membuat rencana perjalanan yang murah dan juga efektif.

  1. Buat daftar tempat apa aja yang mau kalian kunjungi

Biasanya dalam buat itinerary, gue mulai dengan bikin list tempat mana aja yang mau gue kunjungi. Bisa aja tempat ini tempat yang mainstream untuk turis atau juga tempat yang nggak mainstream tapi memang gue pengen lihat dan menarik buat gue.

Diawali dengan tempat-tempat yang gue ingat, dilanjutkan dengan mencari daftar tempat-tempat menarik di kota itu di internet. List of Attraction di suatu tempat itu bisa memberikan kita inspirasi tempat mana sajakah yang mau kita kunjungi. Untuk daftar inspirasi biasanya gue akses WikiTravel, TripAdvisor, atau banyak website lainnya yang menyediakan list of attraction per kota

  1. Mengelompokkan tempat berdasarkan lokasi

Langkah selanjutnya adalah mengelompokkan tempat-tempat tadi berdasarkan lokasinya menjadi cluster-cluster. Misalnya kalau ke Singapore, kumpulkan Merlion bersama Esplanade di 1 cluster, lalu kelompokkan Marina Bay Sands bersama Garden By The Bay di 1 cluster. Tujuannya sebenarnya untuk menghemat waktu dan biaya transportasi, jadi pergi satu kali ke cluster tersebut untuk sekalian mengunjungi beberapa lokasi wisata, ga perlu bolak-balik di tempat yang sama.

  1. Mengecek seberapa jauh hotel/hostel kamu dengan kelompok-kelompok itu

Jaman sekarang walaupun kamu belum pernah ke lokasi itu, kamu bisa dengan mudah cari tahu seberapa jauh antara lokasi yang satu dengan yang lain dengan menggunakan Google Maps. Nah biasanya gue awali dengan cari tahu seberapa jauh hotel/hostel kamu dengan cluster-cluster itu. Lalu dilanjutin dengan cari tahu jarak masing-masing cluster. Setelah tahu jaraknya masing-masing, mulai deh tentuin setiap harinya mau mengunjungi cluster mana aja. Tipsnya: kunjungi cluster-cluster dalam 1 arah bersamaan, jangan bolak-balik dan usahakan dalam 1 direction dilakukan 1 hari. Misalnya kalau mengarah ke Utara, dalam sehari itu yah ke Utara semua, jangan dalam sehari dari Utara ke Selatan, lalu Barat ke Timur. Buat hari ini semua ke arah Utara, besok ke arah Barat, lusanya lagi ke Selatan. Ini akan menghemat waktu dan biaya lu juga.

  1. Cari tahu dengan detail cara ke masing-masing lokasi

Nah sekarang sudah lebih mudah nih karena dalam sehari udah tahu mau kemana aja. Sekarang dengan menggunakan Google Maps juga, kamu cari direction dari masing-masing spot. Selain Google Maps, gue juga mencari apakah kota itu punya Trip Planner. Trip Planner adalah point-to-point destination information dimana kita bisa masukin kita mau dari mana mau ke mana, nanti dia akan merekomendasikan alat transportasi yang lebih cepat dan murah. In case kalau nggak ada Trip Planner, berarti harus lihat website masing-masing lokasi wisata, dan cari bagian Direction. Biasanya mereka akan merekomendasikan gimana caranya mengunjungi tempat tersebut. Kadang ada yang memberikan info lengkap, tetapi kadang hanya menuliskan lokasi Station terdekat. Jika mendapatkan nama stationnya, maka kita harus cari Transportation Map kota itu. Kita harus tahu kita naik dari Station apa dan harus turun di Station apa. Cara untuk ke Stationnya balik lagi pake Google Maps 😀

Dari cara diatas biasanya gue selalu catat tarif dan berapa lama jarak tempuhnya.

  1. Menyusun waktu dengan detail

Beberapa orang gak suka saat jalan-jalan disusun waktunya. Tapi gue adalah tipe orang yang sebelum pergi, gue udah harus susun jadwalnya dengan lengkap hari ini mau kemana aja. Dan bisa kesel setengah mati kalau gagal ke satu tempat. Maka itu gue selalu menyusun dengan detail dari bangun pagi sampe gue tidur malam hari gue mau kemana aja di jam berapa aja.

Dari point no. 4 biasanya gue bisa dapetin tuh jarak dari satu titik dan titk lainnya berapa lama. Tampilannya kurang lebih kaya gini:

Screen Shot 2015-12-26 at 11.46.18 PM

Sampe ke menit-menitnya 😀

Ini satu-satunya cara supaya kita bisa memperkirakan dalam satu hari kita bisa kemana aja, dan pergi ke semua tempat yang kita mau pergi.

Memang sih dari pengalaman gue nggak 100% bisa mengunjungi semua yang ada di Itinerary gue, tapi at least bisa di rata-rata 90%. Faktornya bisa macam-macam, kadang waktu tempuh lebih lama daripada yang dicari, antrian di suatu lokasi wisata terlalu panjang, sampai udah terlalu capek hehe.

Tips: Pergi ke website masing-masing lokasi wisata, dan lihat jam operational lokasi wisata tersebut, jangan sampai lu datang kepagian atau malah kemalaman. Dan research juga pendapat orang di TripAdvisor. Biasanya ada tips dan masukan-masukan yang bisa membantu kita. Misalnya jika daerah tersebut ternyata lebih indah dikunjungi saat malam hari ketimbang pagi hari. Atau misalnya suatu theme park ternyata lebih sepi kalau kita datangi di tengah minggu dan pagi hari.

  1. Coba-coba rearrange lagi supaya lebih efektif

Nah ada kalanya sesudah semua kelar, gue coba-coba untuk rearrange cluster-cluster tadi, misalnya dari pagi jadi malam, atau dari hari ini ke hari berikutnya. Tujuannya sebenernya supaya lebih efektif. Kadang cara ini bisa menghemat 1-2 jam lumayan untuk istirahat. Terus lakukan proof-reading dan research kembali untuk memastikan kalau itinerary yang kamu bikin itu valid.

Jadi deh itinerarynya heheh. Apakah setelah mengikuti step diatas maka hidup lu di kota yang asing itu akan jadi terjamin? Tentunya tidak. Apa yang gue bayangin ternyata di dunia nyata bisa jadi lebih mudah atau lebih susah. Memang sih jarang banget yang nggak sesuai dengan perkiraan gue. Tapi balik lagi gue selalu aktifin Google Maps kemanapun gue pergi. Dan kalau bisa internet nyala. Selama ini gue hampir nggak pernah nyasar sih walau nggak pernah nanya orang juga hehe.

Nah begitulah biasanya gue membuat itinerary perjalanan. Next gue akan share, bagaimana caranya bisa mengeluarkan uang dengan efektif selama liburan. Idenya bukan jalan-jalan murah doang, tapi yang sepadan antara apa yang dikeluarkan dengan apa yang didapatkan, kalau bisa mendapatkan kualitas yang sama dengan harga lebih murah, kenapa nggak? Hehe. Bye for now, see you next time

image courtesy: http://www.ebuyer.com/blog/2014/06/essential-tech-for-travelling

One thought on “Tips Membuat Travel Itinerary

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s