Tentang Mengerti

Standard

Sudah lama banget kayanya nggak nulis. Seperti biasa keinginan sih ada, tapi waktunya yang gak ada haha. Kadang ada waktunya, otaknya lagi konslet sampe-sampe ga tau apa yang mau ditulis.

Ada satu topik yang pengen banget gue tulis. Tentang Mengerti. Lebih tepatnya mengerti  keadaan orang lain. Gue merasa ada 1 hal yang jarang sekali dibahas di keluarga, sekolah, agama, negara. Bahwa menjadi manusia, jika ingin bisa berdamai dengan segala sesuatu, itu perlu namanya pengertian. Mengerti akan keadaan orang lain, mengerti akan pemikiran orang lain, mengerti akan gaya hidup orang lain. Dan kadang ada banyak hal di dunia ini yang tak perlu menjadi masalah kalau satu sama lain bisa saling mengerti.

Percuma lah ngomongin masalah perdamaian dunia, ngomongin kasih, cinta damai tapi kalau kita sendiri tak pernah berusaha untuk bisa mengerti apa yang terjadi sama orang lain.

Banyak masalah di dunia ini awalnya timbul dari kita nggak mau mengerti keadaan orang lain, masalah komunis yang lagi hangat, masalah LGBT, masalah tetangga kamu yang hamdun alias hamil duluan, masalah teman kantor kamu yang tatoan dan tindikan padahal cowok, masalah teman kamu yang menikah beda agama, masalah kenalan kamu yang memakai hijab tapi tetap rokoknya juga kuat, dan masih banyak hal lain.

Menjadi orang yang mengerti keadaan orang lain memanglah tak mudah. Perlu kebesaran hati, empati, pengetahuan dan kasih.

Ketidaknyamanan pasti ada, tapi perlu diingat bahwa kita sendiri tak bisa jadi seorang yang egois. Orang lain juga berhak hidup sesuai dengan apa yang ingin dia jalanin. Tak perlu menyetujui dan mengikuti apa yang mereka lakukan, tapi setidaknya tak perlu juga membuat mereka tak nyaman.

Gue awalnya nggak nyaman kalau lagi naik angkot misalnya gue duduk di sebelah pengamen waria. Apakah ada rasa takut awalnya? Pasti ada, tapi selama dia nggak ganggu dan kita biasa aja sama mereka, maka gue rasa nggak ada yang perlu ditakutin. Kenapa takut? Takut dia godain gue? Siapa gue? GR amat akan diganggu sama mereka. Lalu gue mikir lagi, mereka cari uang juga gak mudah, kalau gue merasa jijik, gimana perasaan mereka?

We’re not the only people in this world that lived in here. There’s other who has the right to live just like us. We hate them because our ego is way too big. Coba bayangkan kalau orang yang kamu temui itu adalah orang terdekat kamu ataupun kamu sendiri, put yourself on their boat, how does it feels?

Kalau kita semua di dunia ini bisa saling mengerti pilihan hidup orang lain, gue rasa kita bisa hidup dengan lebih tenang dan damai. Nggak perlu lagi kesel-kesel di social media atau komentar di artikel berita jika ada yang bertentangan dengan kita. Kita selalu mau diterima orang lain, lalu kenapa kita nggak mau menerima keadaan orang lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s