Tentang Pilihan

Standard

Hari ini gue melihat sebuah video tentang anak kecil yang ngoceh di sebuah supermarket tentang pilihan. Di video itu dia bilang kalau kita selama ini ditipu sama perusahaan besar untuk beli apa yang mereka jual. “Why do all the girls have to buy princesses? Some girl like superheroes, some girl like princesses, some boy like superheroes, some boy like princesses”.

Perusahaan seperti Mattel yang memproduksi Barbie mem-brainwash otak para anak perempuan bahwa kecantikan harus seperti boneka mereka: Putih, cantik, langsing, tinggi. Marlboro selama puluhan tahun juga mem-brainwash para wanita dan pria dewasa bahwa pria yang macho adalah pria yang merokok seperti iklan Marlboro Country yang terkenal itu.

Tapi apakah perusahaan yang membentuk society norm, ataukah perusahaan itu hanya memanfaatkan norma social yang ada?

Society di belahan dunia manapun sepertinya sama saja. Sekumpulan mayoritas berkumpul dan merasa mereka punya kesamaan di suatu hal langsung mengeneralisasi semua hal. Misalnya ada 10 orang cowok sama-sama suka warna biru, maka mereka mengeneralisasi bahwa biru itu asosiasinya adalah warna cowok. Sedangkan pink adalah warna cewek, kalau ada cowok yang suka warna pink berarti cowok itu bukannya cowok, tapi “cewek”.

Sama dengan film action dan superheroes dengan kekerasan itu equals dengan cowok, tapi kan masalahnya yang suka film itu bukan cuma cowok, cewek juga ada banyak yang suka. Begitu juga sebaliknya, film menye2 gaya korea selalu diasosiasikan dengan film cewek, padahal banyak juga cowok yang suka, yeah cowok lembek kata orang-orang.

Warna dan genre film/music mungkin hal paling sederhana, yang mungkin hanya menimbulkan ejekan. Dan seperti kita tahu, ada banyak level diatasnya seperti pilihan berbusana (punk, crossdresser), tato/no tato, vegetarian/non vegetarian, tindik, sampai pekerjaan.

Buat gue personally, pilihan orang itu yah personal banget. Terserah orang mau milih untuk menjalankan hidupnya. Society always changing. Dulu sewaktu gue kecil masak-memasak itu urusannya cewek, cowok yang ke dapur itu nggak dianggap “cowok”. Lalu muncul koki-koki cowok yang macho, keren sekelas Jamie Oliver lalu semua cewek menggangap cowok yang memasak itu sexy dan nggak ada lagi diskriminasi atas gender dalam urusan memasak.

What society told you is not important. Just be yourself.

Mau ada cowok suka warna pink, mau dia tatoan sebadan-badan, mau ada cewek plontos, mau ada cewek suka main pistol, terserah. It’s your life. Jujur kadang juga ga sengaja gue suka  nyinyir, tapi gue selalu berusaha untuk bisa belajar menerima pilihan orang. You don’t have to bother what other say about you, because you’re the one who run your life, not them. Asal tetap punya hati dan empathy, then i think you’ll survive. Though maybe it’s not as easy as following the society.

image courtesy: https://www.ted.com/playlists/164/how_we_make_choices

4 thoughts on “Tentang Pilihan

    • Gue ga bahas kesetaraan gendernya sih yu, gue lebih pengen ngomongin pilihan personal seseorang yang kadang suka terkungkung sama pilihan yang sudah dibuat sama society, ngomongin masalah personal freedom 😀

  1. yasintamayestika

    well, for further thoughts, I have several opinions:
    1. to understand that “everyone is different” is not easy. Any act of caring (read: try to understand) could be misunderstood easily. Because in real world, you meet people and they have their own agenda. Anything that come up in your mind to recognize which one is real, is just blurry.
    2. you cannot apply social norms in every aspects of your life, simply because somehow people find it hard to differentiate between equality and justice.
    Or they just cannot to, or they don’t want to.

    • Yes yash, setiap orang dilahirkan di lingkungan berbeda dan kadang itu yang membentuk seseorang, nggak bisa menyalahkan seseorang kalo punya pikiran yang mendeskreditkan orang yang berbeda. But “everyone is different” concept for me is essential to be learnt by anyone, karena faktanya dunia kita begituu hahaha….complicated emang hidup…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s