Tentang Menjadi Keras Kepala

Standard

Gue kadang suka merasa kesal dengan diri gue sendiri, terutama kalo sudah berhubungan dengan masalah prinsip. Gue seorang yang keras kepala dan kalo sudah ada sesuatu yang nggak sesuai dengan prinsip gue. Hal itu bikin kepala panas, hati gondok, tapi si otak sepertinya kekeuh banget, dan gue ga bisa mengendalikan si otak kalo udah bertindak.

1. Tentang Uang dan Gereja

Saat gue SMP gue bergereja di sebuah gereja GBI yang letaknya di sekolah gue. Seperti biasa makin terlibat gue semakin diikutsertakan dalam organisasinya (ini sepertinya curse dari dulu, setiap kali join organisasi apapun selalu jadi pengurus). Nah menjadi masalah karena hampir setiap kali meeting atau khotbah, si gembala sidang selalu ngomongin masalah duit terutama perpuluhan dan persembahan. Dia malu katanya kalo kasih persembahan ke sinode persembahan gereja kita paling kecil. Meh..

2. Tentang Gereja dan Penginjilan

Masih sama di gereja itu, ada satu kejadian yang bikin gue fed up. Ya, pengurus lainnya ingin mengadakan bakti sosial membagikan nasi bungkus, abis selesai bagiin nasi bungkus kita beritakan injil tentang Yesus. Oke setelah meeting di minggu itu, gue ga pernah lagi datang ke gereja itu. Gue benci yang namanya penginjilan ke orang yang bukan beragama Kristen. Saya penganut pluralism, sorry.

3. Tentang Bullying

Sewaktu kelas 3 SMA, gue pernah keluar kelas ketika seisi kelas gue lagi ngerjain calon ketua OSIS. Udah nggak tau lagi bentuknya tuh anak-anak bego yang mau aja dikerjain demi menjadi ketua osis. Begitu mereka masuk, gue keluar dengan buku, nunggu di depan kelas sedangkan teman sekelas gue ngerjain tuh junior-junior. I hate bullying.

4. 2 Kali Berantem Sama Polisi

Oke gue pernah 2 kali berantem sama polisi di jalan ketika polisi itu, menuduh gue melakukan pelanggaran padahal nggak. Gue panas dan langsung berdebat panjang sama tuh polisi. Kalo dia meninggikan suara, gue tinggiin lagi suara gue. Sampai akhirnya dia give up. Gue dipersilahkan jalan.

Do i happy with all of that? Hm…kadang nggak sih, soalnya sumbu gue pendek, begitu ada yang ngomong hal yang ga gue suka, muka gue udah ga bisa dikontrol, jantung berdebar, pengen teriak. Ada kalanya gue pengen banget berdebat sama beberapa pengkhotbah di gereja kalo dia udah ngomongin masalah LGBT. Tapi gue masih sadar kalo itu di gereja, walau gue ga tau sampai kapan bisa bersabar. Ada kalanya gue suka terpancing sama orang-orang yang komentar di facebook, dulu malahan gue masih inget suka komentarin orang-orang yang komennya gue ga suka di kaskus, tapi abis itu gue degdegan sendiri nungguin jawabannya gimana.

Hufft…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s